DOLOKSANGGUL – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ikut ambil bagian dalam kegiatan groundbreaking penanganan sektor pertanian pascabencana di Sumatera Utara.
Acara digelar Kamis (15/1/2026) di persawahan terdampak bencana di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, jajaran Kementerian Pertanian, serta perwakilan pemerintah daerah terdampak bencana.
Baca Juga: Pascabencana Tapanuli Tengah, Brimob Fokus Pulihkan Rumah Warga dan Sekolah Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Nababan, mengatakan, program ini menjadi bentuk nyata pemulihan sektor pertanian pascabencana alam.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan.
"Groundbreaking ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian agar kembali produktif dan berkelanjutan," ujar Oloan, Minggu (18/1/2026).
Prosesi peresmian diawali pengoperasian alat berat dan pemanfaatan teknologi drone untuk penaburan benih, sebagai bagian dari modernisasi pertanian.
Khusus Humbang Hasundutan, kerusakan lahan sawah tercatat seluas 893,4 hektar, dengan 827,15 hektar mengalami kerusakan berat dan 66,23 hektar dalam kondisi sedang.
Penanganan dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Pertanian.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang hadir melalui sambungan Zoom, menegaskan, Kementan akan memberikan dukungan penuh dalam pemulihan lahan, jaringan irigasi, serta sarana dan prasarana pertanian.
Ia menekankan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci percepatan pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat terdampak.
Dengan program ini, diharapkan sektor pertanian di Humbang Hasundutan dapat kembali produktif dan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi lokal pascabencana.*