JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat melemah ke titik terendah Rp 16.872, menimbulkan pertanyaan soal dampaknya terhadap investasi di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menilai pelemahan ini masih dalam level yang wajar dan belum mengkhawatirkan bagi investor.
"USD itu naik-turunnya masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar," ujar Rosan saat ditemui usai konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.856 per Dolar AS, Investor Catat Data CPI AS dan Ketegangan Iran Ia menekankan bahwa pergerakan mata uang sudah masuk perhitungan risiko investor sebelum menanamkan modal di Indonesia.
Rosan juga menyebut ketegangan geopolitik global turut memengaruhi arus investasi, namun hal tersebut berada di luar kendali pemerintah.
Fokus pemerintah, kata dia, adalah pada perbaikan iklim investasi melalui regulasi dan kepastian hukum.
"Saya melihat optimis investasi kita akan terus berjalan baik dan meningkat," tambah Rosan.
Mengutip data Bloomberg, dolar AS melemah 3 poin atau sekitar 0,02% ke level Rp 16.862 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Pada perdagangan Rabu (14/1), dolar ditutup di level Rp 16.865, dan diperkirakan hari ini bergerak antara Rp 16.850 hingga Rp 16.863.*
(d/dh)