JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah menguat 9 poin atau 0,05% ke level Rp16.856 per dolar AS, seiring greenback yang terpantau mengalami kontraksi.
Mayoritas mata uang Asia juga bergerak positif pagi ini. Yen Jepang terapresiasi 0,08% dan yuan China naik 0,06%.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Positif di Level 9.064, MBMA dan IRSX Jadi Top Gainers Peso Filipina dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,04% dan 0,01%.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak melemah menjelang penutupan perdagangan, diperkirakan berada di rentang Rp16.860–Rp16.890 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, sejumlah faktor memengaruhi pergerakan rupiah di pasar keuangan, baik dari global maupun domestik.
Dari sisi global, perhatian pelaku pasar tertuju pada data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Indeks harga konsumen (CPI) inti naik 0,2% pada Desember 2025 dan 2,6% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar.
"Data ini memperkuat spekulasi pasar terkait dua kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada 2026," ujar Ibrahim.
Selain itu, risiko geopolitik global turut menjadi sorotan. Iran saat ini dilanda protes anti-pemerintah yang menewaskan sekitar 2.000 orang, meningkatkan ketidakstabilan di Timur Tengah.
Situasi ini memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan tindakan militer dan ancaman tarif 25% terhadap negara yang berbisnis dengan Iran.
Di dalam negeri, pasar menunggu perkembangan target pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini.