MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, sepanjang 2025 aktif mendorong penguatan ekosistem ekonomi daerah melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III 2025 sebesar 4,55% secara year on year (YoY).
PDRB Sumut menyumbang kontribusi tertinggi di Pulau Sumatera, yakni 23,58%, mencerminkan aktivitas ekonomi yang stabil.
Baca Juga: Hasil Evaluasi Mendagri APBD Sumut 2026 Disetujui, Langkah Pemprov untuk Penjabaran Segera Dimulai Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumut menurun dari 5,6% pada 2024 menjadi 5,32% pada triwulan III 2025.
Persentase kemiskinan juga mengalami tren penurunan, tercatat 7,36% pada Maret 2025, di bawah target 2025 sebesar 7,46-6,96%.
Selain itu, Gini Ratio Sumut menunjukkan perbaikan, dengan angka 0,295 pada Maret 2025 dari target 0,303-0,305 poin.
Inflasi berhasil ditekan dari 5,32% pada September 2025 menjadi 3,96% pada November 2025, seiring implementasi Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Sumut 2025–2027 yang mengedepankan strategi 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
Dalam aspek investasi, Pemprov Sumut mencatat peningkatan investor masuk hingga 53,5% dan nilai investasi meningkat sebesar 25% sepanjang 2025.
"Kami terus mendorong peluang usaha dan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing daerah," ujar Poppy.
Gubernur Bobby juga menaruh perhatian khusus pada UMKM. Dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebanyak 4.613 koperasi (75,62%) telah terdaftar pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan 328 titik lahan telah teridentifikasi untuk pengembangan UMKM.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumut untuk menciptakan pembangunan ekonomi inklusif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing daerah.*
(dh)