JAKARTA – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi.
Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), emas Antam dijual Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dari posisi kemarin.
Harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah, Rp 2.513.000 per gram, bertambah Rp 10.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga: Pemulihan Pascabanjir Bandang di Tapteng, Bupati Masinton Pastikan Sawah Produktif Kembali Normal Daftar Harga Emas Logam Mulia Antam 14 Januari 20260,5 gr: 1.382.5001 gr: 2.665.0002 gr: 5.270.0003 gr: 7.880.0005 gr: 13.100.00010 gr: 26.145.00025 gr: 65.237.00050 gr: 130.395.000100 gr: 260.712.000250 gr: 651.515.000500 gr: 1.302.820.0001000 gr: 2.605.600.000
Meski harga emas Antam naik, harga emas dunia justru melemah.
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas spot dunia ditutup di US$ 4.596,8 per troy ons, turun 0,04% dari posisi sebelumnya.
Namun sejak awal 2026, harga emas global sudah naik 6,36%, melanjutkan tren bullish yang sempat melonjak lebih dari 60% sepanjang 2025.
Kenaikan harga emas Antam dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, termasuk penyesuaian harga harian dan strategi perdagangan, sehingga pergerakannya terkadang berbeda dengan pasar global.
Selain itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat turut menahan tekanan jual.
Inflasi Desember 2025 tercatat 2,7% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya, sementara inflasi inti (core) berada di 2,6% yoy, lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Data ini membuka kemungkinan Federal Reserve melanjutkan pelonggaran moneter, termasuk penurunan suku bunga acuan.
"Emas merupakan aset non-yielding. Saat suku bunga turun, memegang emas jadi lebih menarik karena peluang keuntungan dari apresiasi harga lebih besar," kata analis pasar komoditas.