BALIKPAPAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait insiden kebakaran yang sempat menunda proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Mei 2024.
Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian proyek tersebut, Senin (12/1).
Bahlil menjelaskan, proyek revitalisasi kilang yang seharusnya rampung lebih awal itu mengalami hambatan akibat kebakaran.
Baca Juga: Prabowo Bantah Isu Perpecahan Kabinet, Golkar: Koalisi Permanen Kunci Kesolidan! "Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Seharusnya sudah jadi awal Mei 2024, tetapi ini terbakar. Ada bagian yang terbakar. Saya tidak mengerti apakah terbakar atau ada faktor lain," ujar Bahlil.
Hasil investigasi Inspektur Jenderal Kementerian ESDM mengindikasikan adanya dugaan pihak yang ingin 'menyabotase' proyek.
Menurut Bahlil, hal ini terkait upaya pemerintah untuk menekan impor migas dan meningkatkan produksi dalam negeri.
"Ternyata ada pihak-pihak yang tidak rela jika kita memiliki cadangan dan swasembada energi agar impor tidak terus berlangsung," jelasnya.
Bahlil menambahkan, beberapa pengusaha merasa terganggu dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan lifting minyak nasional sekaligus menekan impor migas.
Rencana pemerintah untuk menghentikan impor solar bagi badan usaha hilir migas swasta mulai tahun ini, juga menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpuasan.
Menteri ESDM menegaskan, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi bensin dalam negeri akan bertambah sekitar 5,8 juta kiloliter (kl).
Total produksi dalam negeri diproyeksikan mendekati 20 juta kl, dari sebelumnya 14 juta kl.
"Dengan tambahan ini, sisa impor bensin Indonesia sekitar 18—19 juta kl. Kami targetkan semua jenis RON 92, RON 95, dan RON 98 diproduksi dalam negeri," kata Bahlil.