JAKARTA — Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatra tetap stabil per 12 Januari 2026.
Penyesuaian dilakukan pada awal bulan, namun tidak ada kenaikan harga untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Berdasarkan laman resmi Pertamina, penentuan harga mengikuti Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis umum.
Baca Juga: National Champions Indonesia: Prabowo Soroti Potensi Pertamina yang Belum Maksimal Di Provinsi Sumatra, harga BBM nonsubsidi per 12 Januari 2026 tercatat sebagai berikut:
- Sumatra Utara: Pertamax Turbo Rp13.400, Pertamax Rp12.500, Pertalite Rp10.000, Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800.- Sumatra Barat: Pertamax Turbo Rp13.700, Pertamax Rp12.800, Pertamina Dex Rp14.200, Dexlite Rp14.100.- Sumatra Selatan: Pertamax Turbo Rp13.700, Pertamax Rp12.650, Pertalite Rp10.000, Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800.
Sementara itu, BBM bersubsidi pemerintah tetap dibanderol normal, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Pertamina menyatakan, penyesuaian harga mengacu pada formula pemerintah serta tren harga rata-rata publikasi minyak dunia seperti Min of Plat Singapore (MOPS) dan Argus.
Faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi pertimbangan, dengan tren harga minyak dunia sepanjang Desember 2025 cenderung menurun.
Daftar harga BBM Pertamina terbaru (nasional):- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800/liter- Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter- Pertamax (RON 92): Rp12.350/liter- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150/liter- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400/liter- Dexlite (CN 51): Rp13.500/liter- Pertamina DEX (CN 53): Rp13.600/liter*
(mt/dh)