JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan nasional unggulan atau "national champions" Indonesia.
Namun, dia menilai perusahaan pelat merah itu seharusnya bisa memberi manfaat lebih besar bagi negara.
Dalam peresmian Kilang RDMP Balikpapan, yang berlangsung secara virtual, Senin (12/1), Prabowo menyebut Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam jajaran Fortune 50, dengan nilai mencapai US$ 100 miliar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Megaproyek RDMP Balikpapan, Bahlil: Hanya Soeharto dan Prabowo "Pertamina yang sebenarnya adalah national champions kita. Satu-satunya perusahaan Indonesia yang nilainya US$ 100 miliar," kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden menyinggung adanya praktik tidak sehat di internal Pertamina.
Menurutnya, beberapa pihak memanfaatkan mekanisme impor bahan bakar minyak (BBM) untuk keuntungan pribadi.
"Ada pihak-pihak pintar tapi serakah. Mengatur impor dari luar, dimanipulasi harga, dan diambil keuntungan pribadi. Sehingga hanya segelintir orang kaya di atas penderitaan rakyat," ujar Prabowo.
Menanggapi hal itu, Prabowo menyebut transformasi besar-besaran sudah dilakukan sejak awal masa kepresidenannya.
Ia menunjuk Simon Aloysius dan sejumlah generasi muda untuk memimpin Pertamina dengan prinsip bersih dari korupsi dan tidak mencari keuntungan pribadi.
"Waktu saya menjadi presiden, saya bertekad bersihkan Pertamina. Saya beri tugas, jangan korupsi, jangan cari kaya di atas kepercayaan ini," tegasnya.
Transformasi ini dinilai penting agar Pertamina dapat mengoptimalkan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menjadi perusahaan pelat merah yang benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.*
(d/dh)