JAKARTA – Pemerintah menetapkan alokasi anggaran negara sebesar Rp268 triliun untuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.
Anggaran ini tercatat melonjak lima kali lipat dibanding realisasi 2025, yang hanya mencapai Rp51,5 triliun.
Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, dijelaskan bahwa dana sebesar Rp268 triliun akan dialokasikan untuk dua program utama.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Strategi Pemerintah Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan Pertama, program dukungan manajemen senilai Rp12,41 triliun. Kedua, program pemenuhan gizi nasional sebesar Rp255,5 triliun.
Meski alokasi anggaran meningkat drastis, jumlah target penerima program hanya naik 32 persen menjadi 82,9 juta orang, dari 56,13 juta penerima manfaat pada tahun 2025.
Tahun lalu, realisasi program MBG hanya mencapai 72,5 persen dari total pagu Rp71 triliun, dengan manfaat langsung sebesar Rp43,3 triliun kepada masyarakat.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menjelaskan bahwa peningkatan anggaran tahun ini bertujuan untuk memperluas cakupan program sekaligus memastikan ketersediaan gizi yang lebih optimal bagi masyarakat.
"Dengan alokasi baru ini, diharapkan lebih banyak warga dapat menikmati makanan bergizi secara merata di seluruh Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers, baru-baru ini.
Program MBG menjadi salah satu fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan anggaran tidak hanya untuk memperbanyak jumlah penerima, tetapi juga meningkatkan kualitas dan efektivitas distribusi program.
Pemerintah berharap peningkatan signifikan anggaran MBG dapat mendorong penurunan angka stunting, malnutrisi, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung target pembangunan kesehatan nasional.*