HAMBALANG – Presiden Prabowo Subianto memulai langkah strategis pembangunan industri dan energi nasional melalui proyek hilirisasi bernilai miliaran dolar.
Dalam rapat terbatas dengan jajaran menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Minggu (11/1/2026), agenda utama bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi menyatukan arah besar kebijakan strategis: pengembangan teknologi, proyek hilirisasi, dan infrastruktur energi sebagai tulang punggung kemandirian ekonomi Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa rapat digelar di Hambalang untuk suasana yang lebih fokus dan tenang.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,44% di Level 8.975, Sentimen Global dan January Effect Jadi Pendorong "Presiden menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, untuk membahas isu strategis, khususnya proyek hilirisasi," tulis Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
Hilirisasi menjadi benang merah rapat kali ini. Pemerintah menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek baru pada awal Februari 2026 dengan total nilai investasi US$6 miliar atau sekitar Rp100 triliun.
Proyek-proyek tersebut bertujuan mengubah Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadi motor penggerak investasi strategis ini, dipimpin Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Rosan merinci beberapa proyek utama:
1. Mempawah, Kalimantan Barat: Smelter alumina senilai US$2,4 miliar dan fasilitas produksi alumina grade smelter (SGA) senilai US$890 juta.
2. Kilang Cilacap, Jawa Tengah: Fasilitas produksi bioavtur senilai US$1,1 miliar untuk mendukung transisi energi dan industri penerbangan berkelanjutan.
3. Morowali, Sulawesi Tengah: Hilirisasi kelapa senilai US$100 juta, bersama proyek bioetanol senilai US$80 juta.
Selain mineral dan energi, proyek waste to energy juga digagas, menargetkan pengolahan sampah menjadi energi di 34 kabupaten/kota dengan kapasitas 1.000 ton per hari.
Langkah ini diharapkan mengurangi sampah terbuka sekaligus menambah nilai ekonomi.