MEDAN – Harga sejumlah bahan pangan pokok di Indonesia, termasuk beras, cabai, dan telur, mengalami penurunan rata-rata secara nasional pada Minggu (11/1/2026).
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), pukul 07.49 WIB, harga beras premium turun 2,12% menjadi Rp15.208 per kilogram dibanding hari sebelumnya.
Penurunan serupa terjadi pada beras medium yang tercatat Rp13.487 per kg atau turun 1,99%, dan beras SPHP turun 1,11% menjadi Rp12.336 per kg.
Baca Juga: Akibat Manajemen Amburadul, Lapangan Golf BBGC Tuntungan Terancam Bangkrut Komoditas sayuran juga mencatat tren penurunan signifikan. Harga bawang putih bonggol turun 4,98% menjadi Rp36.566 per kg, sementara bawang merah turun 10,27% menjadi Rp39.234 per kg.
Cabai merah keriting bahkan turun drastis 21,26% menjadi Rp32.739 per kg, cabai rawit merah turun 14,14% menjadi Rp47.187 per kg, dan cabai merah besar turun 26,80% menjadi Rp28.586 per kg.
Selain itu, harga kedelai biji kering impor turun tipis 0,12% menjadi Rp10.602 per kg, sedangkan harga jagung tingkat peternak turun 5,24% menjadi Rp6.595 per kg.
Telur ayam ras turun 0,14% menjadi Rp30.173 per kg dan daging ayam ras turun 3,63% menjadi Rp37.684 per kg.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami kenaikan.
Daging sapi murni naik tipis 0,17% menjadi Rp134.500 per kg, gula konsumsi naik 0,18% menjadi Rp18.030 per kg, dan harga minyak goreng kemasan sederhana meningkat 3,58% menjadi Rp20.225 per liter.
Harga tepung terigu curah naik 0,96% menjadi Rp9.414 per kg, sementara minyak goreng curah turun 0,82% menjadi Rp17.374 per liter.
Sementara itu, harga ikan mengalami variasi. Harga ikan kembung naik 0,33% menjadi Rp44.894 per kg, ikan tongkol naik 1,09% menjadi Rp35.553 per kg, dan ikan bandeng naik 0,88% menjadi Rp35.478 per kg.
Data terbaru ini penting bagi konsumen dan pelaku usaha untuk memantau fluktuasi harga pangan sekaligus menyesuaikan strategi belanja dan distribusi.*