DENPASAR – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan pentingnya kualitas produk dan harga wajar dalam Pameran IKM Bali Bangkit.
Pernyataan ini disampaikannya saat mengumpulkan para pengerajin di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Rabu (8/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ibu Putri menekankan bahwa kehadirannya bukan untuk mendorong aktivitas jual beli semata, melainkan menjalankan fungsi pengawasan sebagai Ketua Dekranasda Bali
Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Bali Hadiri Pelantikan 77 Pejabat Imigrasi, Perkuat Zona Integritas Menuju WBK-WBBM "Saya bukan mengajak berjualan, tetapi menjalankan fungsi kontrol. Pameran IKM Bali Bangkit harus menjadi one stop shopping bagi karya kerajinan dan kain tenun tradisional Bali," ujarnya.
Ibu Putri menegaskan, konsistensi kualitas produk dan penerapan harga yang pantas menjadi kunci kepercayaan masyarakat.
Ia meminta para pengerajin agar tidak menjual produk melebihi batas harga yang telah ditetapkan.
"Saya tidak ingin produk kita dicap mahal oleh masyarakat. Karena itu, standar harga sudah ditetapkan dan para pengerajin tidak boleh menjual di atas batas yang ditentukan," tegasnya.
Selain sebagai ruang transaksi, pameran ini juga berfungsi sebagai media pembinaan IKM Bali secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran.
"Dari sisi hulu, kami ingin mengedukasi konsumen mengenai kualitas produk kerajinan Bali. Pameran ini juga menjadi sarana menyampaikan informasi seimbang tentang produk lokal, sekaligus memastikan konsumen memperoleh produk berkualitas dengan harga pantas," jelasnya.
Ibu Putri Koster berharap, ke depan, Pameran IKM Bali Bangkit dapat menjadi barometer kerajinan, tenun tradisional, dan fesyen yang menjadi tren di Bali, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi para pengerajin lokal.*