JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menembus level Rp 16.800, menunjukkan tekanan kuat pada rupiah di awal pekan perdagangan.
Berdasarkan data Bloomberg per Kamis (8/1/2026), dolar AS tercatat menguat 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Paman Sam juga menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang global.
Baca Juga: Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi Dolar AS menguat 0,06 persen terhadap yuan China, 0,12 persen terhadap yen Jepang, 0,01 persen terhadap euro, serta 0,15 persen terhadap dolar Singapura.
Mata uang Paman Sam juga naik 0,04 persen terhadap poundsterling dan 0,12 persen terhadap dolar Australia.
"Pergerakan dolar AS yang menguat cenderung dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk data ekonomi AS yang solid dan ketidakpastian pasar global," kata analis valuta asing, Dr. Hadi Santoso, kepada Tempo.
Penguatan dolar AS ini berdampak pada rupiah yang melemah, sehingga importir dan pelaku usaha yang bergantung pada transaksi valas harus meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan terus memantau volatilitas ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski begitu, penguatan dolar terhadap rupiah masih dalam batas wajar, dan pelaku pasar diminta tetap tenang sembari memantau sentimen ekonomi global yang memengaruhi pergerakan mata uang.*(d/dh)