CHICAGO – Harga emas global terus mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
Kenaikan ini terjadi meski investor juga menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat sebagai indikator kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip data Yahoo Finance, harga emas spot naik sekitar 0,8 persen menjadi USD 4.485,39 per ons, setelah sebelumnya meningkat hampir tiga persen dari sesi sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Kembali Menguat, Pagi Ini Dekati Level Psikologis 9.000 Hal ini membawa harga emas semakin dekat dengan rekor tertinggi USD 4.549,71 per ons yang dicapai pada 24 Desember lalu.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga ditutup lebih tinggi.
Lonjakan harga emas dipicu oleh sentimen safe haven setelah penangkapan Presiden Venezuela oleh pihak Amerika Serikat beberapa waktu lalu, yang memicu ketegangan global dan mendorong aliran modal ke instrumen perlindungan nilai seperti emas dan perak.
Emas telah mencatatkan kinerja yang sangat kuat dalam beberapa waktu terakhir. Tahun lalu logam mulia ini mencatat kenaikan tahunan sekitar 64,4 persen, mencapai performa terbaik sejak 1979.
Para pelaku pasar kini juga mengamati potensi dampak laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang untuk mendapat indikasi arah kebijakan moneter bank sentral.
Selain itu, sentimen global yang masih kuat menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama bagi investor di tengah risiko geopolitik dan kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Beberapa analis memperkirakan tren penguatan emas dapat berlanjut hingga akhir tahun ini.*
(mt/dh)