JAKARTA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menutup tahun 2025 dengan penemuan sumber daya minyak dan gas bumi baru di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.
Temuan ini diperoleh dari hasil pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X).
Keberhasilan tersebut disebut sebagai bagian dari konsistensi PHM dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Venezuela Memanas, Menkeu Purbaya: Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Ekonomi RI Sumur MDP-1X dibor dengan menerapkan strategi Near Field Exploration, yang memungkinkan percepatan monetisasi temuan migas baru.
Strategi ini memanfaatkan fasilitas produksi yang telah tersedia di sekitar lapangan-lapangan migas yang sudah matang, sehingga pengembangan cadangan tidak memerlukan pembangunan infrastruktur baru secara besar-besaran dan dinilai lebih efisien.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, temuan sumber daya pada sumur MDP-1X diperkirakan mencapai Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel setara minyak (MMBOE).
Sumur ini dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan mengidentifikasi potensi hidrokarbon pada zona Sepinggan Carbonate Sequence serta Sepinggan Deltaic Sequence.
Hasil uji alir mencatatkan laju produksi maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari dan gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan perusahaan terus melakukan pengeboran sumur-sumur baru untuk menahan laju penurunan produksi alami pada lapangan yang telah berproduksi lama.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menyebutkan bahwa temuan ini akan segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan guna memperkuat rasio cadangan terhadap produksi perusahaan.
Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 2018, PHM mencatat tingkat keberhasilan eksplorasi yang relatif tinggi.
Penemuan sumur MDP-1X dinilai kembali menunjukkan potensi besar blok migas mature melalui penerapan inovasi teknologi dan konsep geologi terkini.