MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.859 pada Senin (5/1/2026) sore, menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) untuk awal tahun.
Kenaikan ini setara dengan 111,05 poin atau 1,27 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, investor aktif melakukan transaksi senilai Rp30,32 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 70,26 miliar saham.
Baca Juga: Tiga PUD Kota Medan Resmi Miliki Direksi Baru, Wali Kota Rico Waas Dorong Kinerja Maksimal dan Profitabilitas Dari total saham yang diperdagangkan, 320 saham menguat, 240 saham terkoreksi, dan 212 saham stagnan.
"Pergerakan IHSG yang menguat dipicu optimisme investor terhadap sektor transportasi yang mencatat kenaikan tertinggi, yakni 2,21 persen, serta sentimen positif dari laporan keuangan emiten dan perkembangan ekonomi global," kata analis pasar modal.
Sepanjang perdagangan hari ini, 10 dari 11 indeks sektoral mencatat penguatan. Sektor transportasi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, diikuti sektor infrastruktur dan energi.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak bervariasi pada penutupan Senin.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,34 persen, Hang Seng Composite Hong Kong melemah 1,02 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan menguat 0,33 persen.
Di Eropa, FTSE 100 Inggris naik 0,84 persen, DAX Jerman turun 0,21 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 1,43 persen.
Di pasar AS, sentimen positif mendominasi. S&P 500 naik 0,53 persen, NYSE Composite bertambah 0,72 persen, dan NASDAQ Composite menguat 0,18 persen.
Penguatan IHSG ini menjadi sinyal awal optimisme pasar modal domestik di awal tahun 2026, sekaligus menarik perhatian investor untuk tetap memantau pergerakan global yang fluktuatif.*