KEDIRI – Patung macan putih yang viral di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menjadi pusat perhatian publik.
Setelah kemunculannya yang dianggap anomali, patung ini tidak hanya menarik ribuan pengunjung, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal dengan bermunculannya berbagai produk turunan seperti gantungan kunci, kaos, dan mainan balon macan.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, menyampaikan bahwa pada Minggu (4/1/2026), jumlah pengunjung yang datang mencapai lebih dari 3.000 orang. "Hari Minggu kemarin sangat ramai, ada senam bareng juga. Pengunjungnya lebih dari 3.000 orang," ujar Safi'i, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Hilang Saat Mancing di Tukad Badung, Tim SAR dan Relawan Terus Lakukan Penyisiran Patung yang terletak di tengah desa kecil ini telah mengubah desa tersebut menjadi objek wisata dadakan. Selain membuat nama desa terkenal, kehadiran patung macan itu juga mendongkrak ekonomi lokal.
Pedagang makanan dan minuman tak ketinggalan memanfaatkan peluang ini, sementara pedagang kreatif juga menciptakan berbagai barang bertema macan, seperti gantungan kunci, kaos, hingga balon terbang berbentuk macan.
"Saya tanya harga kaos yang dijual di sekitar patung, kisaran Rp 50.000 hingga Rp 70.000 untuk ukuran dewasa," kata Safi'i, menambahkan bahwa kreativitas masyarakat semakin berkembang berkat viralnya patung tersebut.
Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari kota-kota lain.
Didin Saputro, salah satu pengunjung yang datang dari luar kota, mengaku tertarik mengunjungi patung ini setelah viral di media sosial.
"Awalnya penasaran karena viral di medsos, ternyata di sana ramai dan patungnya lucu," ungkap Didin, yang mengaku sudah mengunjungi patung tersebut hingga tiga kali. "Setiap kali datang, saya selalu tertawa melihatnya. Patung ini menghibur," lanjut Didin.
Dedi Ashari, pengunjung lainnya, menambahkan bahwa keberadaan patung ini memberikan manfaat lebih dari sekadar viral di media sosial.
"Banyak patung lucu lainnya, tapi nggak seperti patung ini yang benar-benar berhasil menarik pengunjung datang langsung," katanya. Menurut Dedi, patung ini telah memberi dampak positif, baik dalam hal hiburan maupun perekonomian masyarakat sekitar.
Patung macan yang sempat menjadi sorotan karena bentuknya yang dianggap tidak proporsional itu awalnya direncanakan untuk dibongkar.