MEDAN — Peniadaan kegiatan car free day (CFD) di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan, sejak banjir melanda ibu kota Sumatera Utara itu berdampak langsung pada penghasilan pedagang kaki lima.
Sejumlah pelaku usaha kecil mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan akibat sepinya pengunjung.
Kevin, pedagang makanan yang biasa berjualan saat CFD, mengatakan kegiatan tersebut sudah sekitar sebulan tidak digelar.
Baca Juga: Festival Solu Bakkara Angkat Budaya Pesisir dan Kepedulian Lingkungan Danau Toba Menurut dia, banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Medan menjadi alasan utama penghentian sementara CFD, diperparah dengan libur Natal dan Tahun Baru.
"Biasanya jalan ditutup, ramai orang olahraga, senam, hiburan, dan UMKM. Sekarang CFD tidak ada, pengunjung jauh berkurang," kata Kevin, Minggu, 4 Januari 2026.
Kevin mengaku tetap datang berjualan setiap Minggu bersama pedagang lainnya meski CFD ditiadakan. Namun, kondisi itu tak mampu menutupi penurunan pendapatan.
"Antusias menurun, omzet juga turun. Kadang harus pindah tempat supaya dagangan bisa habis," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Marko, pedagang lain di kawasan tersebut. Ia menyebut CFD selama ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan pembeli.
Tanpa CFD, penjualan nyaris stagnan.
"Biasanya jualan cepat habis, pengunjung ramai seperti Lebaran. Sekarang sepi, pembeli bisa dihitung jari," kata Marko.
Ia juga mengaku belum mendapat kepastian kapan CFD akan kembali digelar.
Para pedagang berharap pemerintah kota segera memberikan kepastian terkait kelanjutan CFD.