JAKARTA – Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras, gula konsumsi, maupun jagung pakan sepanjang tahun 2026.
Keputusan ini didasarkan pada stok nasional yang cukup kuat serta proyeksi produksi dalam negeri yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut bahwa carry over stock dari 2025 untuk beras mencapai 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah sebesar 3,248 juta ton.
Baca Juga: Inflasi Sumut Turun Signifikan, Pemerintah Andalkan Strategi 4K Stok ini cukup memenuhi kebutuhan hampir lima bulan di 2026. Produksi beras tahun ini diproyeksikan 34,7 juta ton, dengan stok akhir tahun mencapai 16,194 juta ton.
Begitu pula untuk jagung, stok awal tahun tercatat 4,521 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan.
Produksi jagung diproyeksikan 18 juta ton, dengan stok akhir tahun 4,581 juta ton. Untuk gula konsumsi, carry over stock sebanyak 1,437 juta ton diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan hingga enam bulan, dengan produksi nasional 2,72 juta ton.
Ketut juga menekankan bahwa beberapa komoditas pangan lain, seperti bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam, telah mencukupi kebutuhan nasional sehingga tidak lagi membutuhkan impor.
"Secara bersama-sama dan mufakat, pemerintah memutuskan tidak perlu impor untuk komoditas strategis. Produksi petani dan peternak kita mumpuni," ujar Ketut,dalam keterangannya, (1/1/2026).
Keputusan ini menunjukkan langkah pemerintah dalam menjaga kemandirian pangan sekaligus menegaskan kemampuan produksi nasional dalam memenuhi konsumsi domestik sepanjang tahun 2026.*
(d/dh)