JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik Triwulan I 2026 (Januari–Maret) tidak mengalami kenaikan.
Keputusan ini mendapat dukungan penuh dari PT PLN (Persero), yang menegaskan komitmen menjaga keandalan pasokan dan kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan parameter ekonomi makro, seperti kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).
Baca Juga: Kabar Baik! PLN Pastikan Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tidak Naik "Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, tarif tenaga listrik secara formula berpotensi berubah. Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan I 2026 tetap," ujar Tri Winarno,Kamis (1/1/2026).
Keputusan ini mencakup 25 golongan pelanggan, termasuk pelanggan bersubsidi, sehingga memberikan ruang bagi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengatur pengeluaran di awal tahun.
Mendukung kebijakan tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa tarif listrik yang tidak naik membantu masyarakat dan UMKM menjaga stabilitas ekonomi, terutama di periode awal tahun ketika kebutuhan rumah tangga dan aktivitas usaha kembali meningkat.
"Awal tahun cenderung diiringi berbagai kebutuhan rumah tangga dan aktivitas usaha yang kembali berjalan. Dengan tarif listrik yang tidak naik, masyarakat memiliki kepastian dalam mengatur pengeluaran sehingga daya beli tetap terjaga," kata Darmawan.
PLN menegaskan akan terus menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, dan mengoptimalkan efisiensi operasional, agar seluruh pelanggan dapat menikmati layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
"Bagi kami, listrik bukan sekadar layanan, tetapi fondasi aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami memastikan pasokan listrik tetap andal dan layanan terus ditingkatkan, agar masyarakat dapat menjalani awal tahun dengan lebih tenang dan produktif," tutup Darmawan.*
(oz/dh)