JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan tren penguatan sepanjang 2026 seiring makin solidnya fundamental ekonomi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan otoritas terkait.
Purbaya menilai, capaian IHSG saat ini seharusnya bisa lebih tinggi apabila desain kebijakan yang diterapkan sepenuhnya sesuai rancangan awal.
Menurutnya, dengan pendekatan ideal, level IHSG semestinya sudah menembus angka 9.000.
Baca Juga: Soal Kenaikan Gaji ASN 2026, Menkeu Purbaya: Tunggu Satu Triwulan Lagi "Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya sekarang sudah 9.000," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (1/1/2025).
Menteri Keuangan meyakini ruang penguatan IHSG masih sangat besar.
Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang kian kuat, ditopang perbaikan kondisi ekonomi domestik, diyakini akan mendorong pasar saham bergerak lebih cepat.
"Ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus, harusnya naik lebih cepat," tambah Purbaya.
Ia bahkan memproyeksikan IHSG bisa menembus level psikologis 10.000 pada akhir 2026.
Proyeksi tersebut sejalan dengan laporan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/12/2025).
Airlangga menyebut indikator ekonomi makro menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025, termasuk IHSG yang mencatatkan rekor tertinggi dengan kenaikan 20 persen sejak Januari, salah satu yang tertinggi di Asia.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus 2,39 miliar dolar AS, sementara transaksi berjalan mengalami surplus sekitar 4 miliar dolar AS.
Meski sektor keuangan masih defisit 8,1 miliar dolar AS, cadangan devisa Indonesia tetap tinggi di level 150 miliar dolar AS.