JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal menembus level 9.000 di akhir tahun 2025.
Meski demikian, IHSG tercatat menguat tipis pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025).
Mengutip data RTI Business pukul 16.03 WIB, IHSG naik 0,03% atau sekitar 2,68 poin ke posisi 8.646,93.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah di Sesi Terakhir 2025, Saham BBRI dan ANTM Tertekan Pergerakan IHSG hari ini fluktuatif, dengan titik tertinggi di 8.663,66 dan titik terendah 8.584,86.
Volume transaksi mencapai 39,16 miliar saham dengan nilai Rp 20,18 triliun, dan frekuensi perdagangan 2.593.428 kali.
Mayoritas saham menguat, dengan 346 saham di zona hijau, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.
Sebelumnya, IHSG diproyeksikan dapat menembus level 9.000 hingga akhir tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut indeks bisa naik karena emiten besar dengan fundamental kuat menopang pergerakan pasar, meski ada saham-saham gorengan.
"Makanya Indeks bisa naik ke atas. Kalau ditanya gimana Indeks? To the moon. Saya bilang itu menciptakan optimisme juga. Akhir tahun ini berapa? 9.000. (Dalam) 10 tahun lagi ke depan berapa? 32.000," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Oktober 2025.
IHSG menutup tahun dengan optimisme tipis, meski target psikologis 9.000 belum tercapai, tetap menjadi indikator penting bagi investor dan pasar modal Indonesia.*
(d/dh)