JAKARTA – Harga pangan di Indonesia mengalami lonjakan signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dari Bank Indonesia pada Jumat (26/12) pukul 08.30 WIB menunjukkan mayoritas komoditas utama naik drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Bawang merah tercatat naik 53,59 persen menjadi Rp81.250 per kg, sementara bawang putih melonjak 72,09 persen menjadi Rp68.750 per kg.
Baca Juga: Pertamina Siagakan Pasokan Energi di Sumbagsel Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Komoditas beras juga menunjukkan tren kenaikan, dengan kualitas bawah I naik 52,78 persen menjadi Rp22.000 per kg dan kualitas medium I naik 50,94 persen menjadi Rp24.000 per kg.
Cabai merah besar naik 81,32 persen menjadi Rp100.000 per kg, cabai merah keriting melonjak 95,34 persen menjadi Rp117.500 per kg, dan cabai rawit merah naik 68,38 persen menjadi Rp122.500 per kg. Sementara cabai rawit hijau tercatat turun 9,32 persen menjadi Rp55.000 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada produk hewani dan kebutuhan pokok lain.
Daging ayam ras segar naik 18,14 persen menjadi Rp49.500 per kg, daging sapi kualitas I dan II masing-masing naik 20,31 persen dan 27,58 persen menjadi Rp170.000 per kg.
Gula pasir premium naik 74,24 persen menjadi Rp34.500 per kg, gula pasir lokal naik 62,09 persen menjadi Rp29.500 per kg, dan minyak goreng curah naik 59,15 persen menjadi Rp30.000 per liter.
Telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan 49,7 persen menjadi Rp49.400 per kg.
Lonjakan harga pangan ini diingatkan sebagai perhatian bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola pengeluaran selama Nataru.*
(in/dh)