JAKARTA – Pemerintah menegaskan anggaran penanganan bencana, termasuk pemulihan pascabencana di Sumatera, sudah tersedia dan mencukupi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak perlu mengalihkan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya menjelaskan pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran penanganan bencana sebesar Rp60 triliun.
Baca Juga: Hadirkan Sukacita, Brimob Polda Sumut Gelar “Berbagi Kasih” untuk 265 Pengungsi di HKBP Sibalanga Jelang Natal Kebutuhan riil untuk pemulihan Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pasca-banjir bandang baru mencapai sekitar Rp51 triliun.
"Uangnya sudah cukup Rp60 triliun kita sediakan. Jadi cukup, jadi kami tidak akan mengganggu program MBG-nya," kata Purbaya, Rabu (24/12/2025), menanggapi permintaan sebagian anggota DPR agar sebagian anggaran MBG dialihkan untuk pemulihan pasca-bencana.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengusulkan pengalihan sebagian dana MBG dengan alasan distribusi program selama masa libur sekolah berisiko tidak efektif.
Charles menilai anggaran MBG lebih mendesak dialokasikan untuk pemulihan gizi pengungsi serta perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak banjir dan longsor.
Menanggapi usulan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan keputusan perubahan peruntukan anggaran merupakan kewenangan penuh Presiden dan Kementerian Keuangan.
Meski terdapat dorongan pengalihan dana, BGN tetap menjalankan skema program MBG selama masa libur dengan mengirim paket makanan langsung ke rumah siswa, memastikan target serapan anggaran terpenuhi sesuai rencana awal.
Pernyataan Menkeu menegaskan komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan program gizi bagi siswa sekaligus menyiapkan penanganan bencana secara memadai, sehingga kedua prioritas dapat dijalankan secara bersamaan tanpa saling mengganggu.*
(vo/ad)