JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak di level Rp 16.773 per dollar AS, menguat 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.787 per dollar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan dollar AS menjadi salah satu faktor pendorong penguatan rupiah.
Baca Juga: Pemecatan Kepala BLS Dinilai Politis, Trump Tunjuk E.J. Antoni Sebagai Pengganti Data ekonomi AS, termasuk penjualan barang tahan lama dan tingkat kepercayaan konsumen, tercatat lebih lemah dari ekspektasi, sehingga menekan nilai dollar.
"Meskipun data PDB AS direvisi lebih kuat, pasar lebih memperhatikan perlambatan konsumsi dan aktivitas ekonomi. Rupiah berpotensi menguat dalam jangka pendek, namun tetap fluktuatif," ujar Lukman.
Selain faktor ekonomi, penambahan likuiditas sebesar 40 miliar dollar AS per bulan oleh Federal Reserve juga menekan kurs dollar di pasar global.
Dengan demikian, rupiah memiliki ruang untuk menguat, namun pergerakan tetap rawan fluktuasi.
Dalam perdagangan awal, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga dibuka menguat, dengan level 8.595,39, naik 10,61 poin atau 0,12 persen dari penutupan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan terlihat ramai, dengan volume 3,81 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 2,08 triliun.
Mayoritas sektor saham bergerak variatif, sektor kesehatan dan infrastruktur menjadi penopang penguatan terbatas, sementara teknologi dan energi masih mengalami tekanan.
Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.650 – Rp 16.800 per dollar AS.*
(k/dh)