JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menggelar webinar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 (Hakordia) dengan tema "Satukan Aksi Basmi Korupsi", menegaskan komitmen perusahaan hulu migas ini dalam menegakkan budaya integritas dan kepatuhan di seluruh lini operasional.
Webinar yang diikuti sekitar 250 peserta ini menjadi puncak rangkaian kegiatan "Road to Hakordia 2025" yang telah digelar sepanjang November, termasuk permainan edukatif Find the Words Compliance dan Compliance Cross Word Puzzle.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman pekerja terkait prinsip integritas dan pencegahan perilaku korupsi di lingkungan kerja.
Baca Juga: Bupati Lampung Tengah Ditahan, KPK Telusuri Aliran Suap hingga Timses dan Parpol Pengusung di Pilkada 2024 Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menekankan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proyek investasi dan kegiatan operasional.
"Keberlanjutan bisnis perusahaan ditentukan oleh integritas dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, termasuk undang-undang antikorupsi," ujar Sunaryanto.
Sementara itu, Komisaris Utama PHI, Meidawati, menegaskan dukungan Dewan Komisaris dalam pencegahan tindakan korupsi melalui penerapan SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Dalam kesempatan yang sama, narasumber Agustinus Pohan, Lektor Kepala Fakultas Hukum Pidana Universitas Katolik Parahyangan dan mantan tim ahli KPK, memaparkan materi berjudul
"Memahami Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pemberantasannya". Ia menekankan bahwa fungsi kepatuhan menjadi fondasi utama dalam mencegah korupsi di perusahaan.
PHI juga mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 sebagai bukti komitmen terhadap budaya antikorupsi, yang diterapkan melalui prinsip Four No's: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality.
Sebagai perusahaan migas yang beroperasi di Regional 3 Kalimantan, PHI membukukan produksi 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) pada 2024.
Perusahaan menegaskan keberlanjutan produksi migas nasional tetap menjadi prioritas dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
Melalui kegiatan ini, PHI optimistis budaya antikorupsi akan semakin mengakar dan mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.*