JAKARTA, – Komitmen Grup Merdeka terhadap prinsip Environment, Social, Governance (ESG) membuahkan hasil nyata.
Sepanjang 2025, perusahaan tambang yang bernaung di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini mencatat berbagai prestasi nasional maupun internasional, memperkuat posisi sebagai pelopor pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Tom Malik, Head of Corporate Communications MDKA, penerapan ESG bukan sekadar formalitas atau checklist, melainkan bagian dari DNA perusahaan.
Baca Juga: PT Merdeka Gold Resources (EMAS) Siap Mulai Produksi Emas Komersial Kuartal I 2026 Setiap keputusan operasional, mulai dari eksplorasi hingga interaksi dengan pemangku kepentingan, senantiasa berlandaskan prinsip keberlanjutan.
"ESG bagi kami adalah kompas moral sekaligus strategi bisnis. Ini bukan beban, tapi fondasi keberlanjutan perusahaan dan masyarakat," ujar Tom Malik,dalam keterangan resminya, Kamis (4/12/2025).
Sepanjang 2025, Grup Merdeka mencatat sejumlah prestasi: Platinum dan Emas pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, mempertahankan rating "A" dari MSCI, serta peringkat #1 Sustainalytics ESG Risk Rating untuk sektor pertambangan terdiversifikasi.
Di tingkat nasional, MDKA juga menerima penghargaan PRISMA dari Menteri HAM Natalius Pigai untuk kategori Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.
Capaian ini tidak hanya berhenti di level holding. Anak usaha Merdeka pun menunjukkan komitmen nyata:>PT Bumi Suksesindo (BSI): Mendapat peringkat Biru Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup.>PT Sulawesi Cahaya Mineral: Raih penghargaan serupa di sektor tambang nikel.>PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI): Mendapat TOP CSR Award Bintang 4, berkat program BUMDes Penggerak Motor Ekonomi Lokal (BUMILOKA).>PT Batutua Kharisma Permai (BKP): Sukses merehabilitasi 142,14 hektar DAS di Wetar, Maluku.
Selain penghargaan, Grup Merdeka menekankan praktik good mining practices, meminimalkan dampak lingkungan, serta memprioritaskan keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar tambang.
"Capaian ini membuktikan ESG bukan sekadar laporan, tapi aksi nyata yang terukur. Ini menjadi landasan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi investor dan masyarakat," kata Tom Malik.*
(k/dh)