JAKARTA, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level 8.768 pada perdagangan Selasa (9/12/2025) setelah ditutup menguat 0,90 persen ke level 8.710 pada hari sebelumnya.
Penguatan ini menandakan momentum positif masih terbuka, meski analis menilai indeks masih menghadapi resistance penting di area fibonacci cluster.
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa selama IHSG belum menembus area resistance tersebut, ruang kenaikan indeks terbatas.
Baca Juga: Indeks Saham Dibuka Hijau, IHSG Capai Level 8.658 di Sesi Pagi "Jika IHSG mampu breakout, target berikutnya berada di kisaran 8.737-8.768. Namun, koreksi minor ke area 8.565-8.680 tetap berpeluang terjadi," ujar Herditya.
Support terdekat tercatat di level 8.617 dan 8.592, sementara resistance lanjutan di 8.769 dan 8.809.
Sementara itu, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas, memproyeksikan penguatan indeks tetap terbatas dalam rentang 8.620-8.880.
Beberapa saham yang menjadi sorotan analis pada perdagangan hari ini antara lain:
-ADMR: Rp 1.445, speculative buy, diprediksi melanjutkan wave [v] dalam wave C.-INCO: Rp 3.990, buy on weakness, berpotensi penguatan setelah koreksi awal wave [c].-KLBF: Rp 1.190, buy on weakness, memasuki awal wave 3 dari wave (C).-MDKA: Rp 2.330, buy on weakness, fase awal wave iii dari wave (c) yang berpotensi penguatan agresif.-DEWA, TINS, RAJA: level support-resistance masing-masing DEWA 448-488, TINS 3.120-3.350, RAJA 6.400-7.300, dengan target jangka pendek sesuai rekomendasi analis.
Investor diimbau tetap melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi, karena seluruh rekomendasi bersifat informative, bukan ajakan membeli atau menjual saham.*
(k/dh)