BANDA ACEH – Pepatah lama "Lolos dari mulut harimau masuk ke mulut buaya" terasa pas bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar.
Setelah beberapa hari kelangkaan BBM berhasil teratasi, kini warga menghadapi antrian panjang untuk LPG 3 kg dan pemadaman listrik yang belum pulih.
Pantauan Bitvonline, ratusan warga sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB di Kantor Camat Meraksa, berharap mendapat pasokan tabung LPG ukuran 3 kg.
Baca Juga: Desakan Pembentukan Pansus Banjir Sumatera Usai Temuan Kayu Gelondongan, Puan Maharani Angkat Suara Satu truk distribusi LPG tampak menjadi pusat perhatian warga yang ingin memasak kembali di rumah masing-masing.
Seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kegalauannya dalam bahasa Aceh:
"Lheuh Bak Janggot, meusangkot bak mise" – artinya, "Lepas dari janggut, tersangkut di kumis": BBM lancar, LPG antre panjang, listrik masih padam.
Para pejabat dinilai warga sering memberi janji mudah soal distribusi energi, namun realitas di lapangan berbeda.
"BBM lancar, Gas lancar, Listrik tanggal 5 lancar… buktinya sampai hari ini listriknya belum hidup," keluh warga tersebut.
Untuk meredakan kelangkaan, Pertamina menggelar operasi pasar pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Lampineung.
Tabung LPG yang disediakan meliputi ukuran 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg, dengan harga sesuai HET yang berlaku.
Namun, antrean masih lebih panjang dibandingkan antrian BBM beberapa hari lalu.
Kelangkaan LPG telah berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Banyak warung, kafe, dan rumah makan tutup dalam dua hari terakhir karena tidak bisa memasak.