DENPASAR — Bali Dekranasda Fashion Week (BDFW) memasuki hari ketiga sesi kedua dengan menampilkan ragam koleksi busana formal hingga kasual dari tujuh perancang lokal Bali, Kamis (4/12), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar.
Para perancang—Kinara Busana, Ipong, Fortuna Bali Fashion, Kwaca Bali, Luh Jaum, Uluwatu, dan Jineng Amertha D'Sign—memadukan motif tradisional Bali dengan desain kontemporer.
Koleksi yang ditampilkan menonjolkan keindahan wastra sekaligus inovasi mode yang relevan dengan pasar modern.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Jumat 5 Desember 2025: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan Sesi ini juga menghadirkan koleksi pribadi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, berupa busana dari kain tenun Bali hasil karya perajin lokal.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali menekankan, gelaran ini diharapkan dapat mengenalkan kreativitas perancang lokal lebih luas, sekaligus mendorong bangkitnya industri fesyen berbasis budaya Bali.
"BDFW adalah ruang strategis untuk memperkuat posisi wastra Bali dalam industri mode nasional maupun internasional," ujarnya.
Ketua Panitia BDFW sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanatha, menyebutkan setiap perancang menampilkan 10 koleksi, sehingga total 70 koleksi ditampilkan oleh tujuh perancang, ditambah 30 koleksi pribadi Ibu Putri Koster, dengan dukungan 20 peraga.
Sesi ini juga mencatat nilai penjualan yang signifikan.
Wiryanatha menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap industri kecil menengah (IKM) Bali.
"Fesyen adalah rantai panjang mulai dari perajin, kreator, hingga konsumen. Kehadiran masyarakat adalah bentuk dukungan nyata bagi IKM kita," kata dia.
BDFW juga menghadirkan doorprize dari Balimall, Bank BPD Bali, dan Perumda Bali Sat Guna senilai total Rp5 juta, untuk mendorong antusiasme pengunjung dalam mendukung produk fesyen lokal.*
(dh)