MEDAN — Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat, 5 Desember 2025.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp16.662 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,05 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar yang naik tipis ke level 99,00, sekaligus mencerminkan menguatnya tekanan eksternal terhadap mata uang kawasan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Saham CUAN hingga CDIA Jadi Motor Penggerak Pasar Sejumlah mata uang Asia lain juga turut tertekan, seperti dolar Taiwan yang melemah 0,08 persen, peso Filipina turun 0,11 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,09 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang utama Asia justru menunjukkan penguatan.
Yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Singapura naik 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,16 persen, yuan China naik 0,02 persen, dan rupee India menguat 0,24 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 4 Desember 2025, rupiah ditutup melemah lebih dalam sebesar 0,15 persen ke level Rp16.653 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif sepanjang hari ini namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.650–Rp16.690 per dolar AS.
Menurut dia, tekanan eksternal masih dominan memengaruhi pergerakan rupiah.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) terus meningkat, terutama setelah rilis data tenaga kerja AS yang menunjukkan penurunan signifikan.
Laporan ADP mencatat tenaga kerja swasta menyusut 32.000 pada November, memperkuat spekulasi perlambatan ekonomi.
Situasi kian menarik setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan membatalkan wawancara dengan beberapa kandidat pengganti Jerome Powell.