MEDAN - Nilai tukar rupiah dibuka stagnan pada posisi Rp16.635/US$ di perdagangan spot Rabu (3/12/2025), namun segera melemah tipis 0,07% seiring memburuknya sentimen domestik.
Setelah beberapa hari menguat, rupiah hari ini masuk ke zona merah bersama won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,14% dan peso Filipina melemah 0,27%.
Pelemahan ini terjadi meski pasar obligasi sedang rebound.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,43%, Saham TLKM dan UNVR Jadi Andalan Investor Analis menilai, investor masih berhati-hati terhadap prospek fiskal Indonesia dan arah kebijakan jangka panjang.
Lonjakan belanja pemerintah untuk penanganan bencana banjir di Sumatera, serta lelang surat berharga negara (SBN) kemarin yang cukup tinggi, menjadi sorotan.
Sepanjang tahun fiskal 2025, total lelang bruto SBN mencapai Rp1.320,83 triliun.
Di sisi eksternal, stabilitas rupiah juga terimbas defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) sebesar US$6,4 miliar pada triwulan III-2025.
Defisit ini dinilai menggerus bantalan pembiayaan eksternal Indonesia.
Meski demikian, pasar masih memiliki harapan terhadap data positif, termasuk kenaikan skor Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia menjadi 53,3, yang menandakan sektor industri tetap ekspansif.
Investor diperkirakan akan terus mencermati kombinasi sentimen domestik dan eksternal yang memengaruhi nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan.*
(bi/ad)