JAKARTA — Komoditas beras kembali mencatat deflasi pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi beras bulan lalu mencapai 0,59 persen, menjadikannya yang terdalam sejak Juni 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan sejumlah faktor utama mendorong penurunan harga ini.
Pertama, pasokan beras meningkat akibat musim panen di berbagai wilayah.
Baca Juga: Pasca Banjir, Harga Beras di Aceh Melonjak Drastis, Danrem Lilawangsa Imbau Warga Beli Langsung ke Bulog Kedua, terjadi penyesuaian harga pada beberapa kualitas beras, serta dampak penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang semakin masif ke pasar.
"Secara historis, komoditas beras memang cenderung deflasi pada November dan kembali inflasi pada Desember," ujar Pudji dalam konferensi pers Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ia menambahkan bahwa penurunan harga beras tercatat di 28 provinsi, sementara delapan provinsi mengalami inflasi dan dua lainnya stabil.
Secara bulanan, deflasi beras sudah berlangsung dalam tiga bulan terakhir. Pada Oktober tercatat deflasi 0,27 persen, September 0,01 persen, dan April 2025 deflasi 0,06 persen yoy.
Meskipun demikian, perkembangan harga pada Desember 2025 baru dapat dipastikan dalam rilis resmi awal tahun depan.*
(k/dh)