MEDAN – Sumatera Utara mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda belasan kabupaten/kota sejak Selasa (25/11/2025).
Kondisi ini membuat sejumlah SPBU di Medan tutup, sementara warga kesulitan mendapatkan pasokan BBM, baik dalam bentuk eceran maupun reguler.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengatakan BBM telah tiba di perairan Belawan, namun tidak bisa bersandar ke dermaga karena ombak tinggi.
Baca Juga: UPDATE! 15 Korban Meninggal, Aceh Tengah Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi "Tengker sudah ada, tapi belum bisa nyandar," ujar Bobby, Jumat (28/11/2025).
Untuk mengatasi kekurangan, pihaknya telah mengirim 30 truk BBM dari Pekanbaru yang saat ini dalam perjalanan melalui jalur Labuhan Batu.
Bobby menambahkan, koordinasi terkait pasokan BBM terus dilakukan agar distribusi ke warga segera pulih.
Kekosongan BBM terlihat jelas di sejumlah SPBU di Medan, termasuk Jalan Gatot Subroto, Jalan Amir Hamzah, Jalan Kapten Muslim, hingga Jalan Jenderal Sudirman.
Petugas SPBU mengaku stok minyak habis dan tidak dapat melayani pembeli.
Warga yang terdampak, seperti Arif dan Fadly, mengaku kesulitan mencari bensin eceran.
"Udah keliling, SPBU tutup, cari ketengan pun tidak ada," kata Arif.
Nurul menambahkan, kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama saat banjir merendam ribuan rumah di Medan sejak Kamis (27/11/2025).
Pemprov Sumut berupaya mempercepat pemulihan pasokan BBM agar warga tidak mengalami kesulitan lebih lanjut.*