JAKARTA -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 28 November, di tengah meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi awal pekan depan.
Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berada dalam rentang 8.500–8.600, dengan titik pivot di level 8.550.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,65 persen ke level 8.545,86, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di posisi 8.622.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi RI Kuartal III-IV 2025 Lebih Tinggi dari 5,12% Koreksi terutama dipicu tekanan pada sektor konsumsi primer, kesehatan, dan teknologi, serta aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar.
"Investor cenderung mengambil posisi menunggu menjelang rilis data penting seperti Manufacturing PMI, inflasi, dan perkembangan perdagangan Oktober," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Ekspansi Proyek Industri Indonesia–China Dorong Optimisme Jangka Menengah
Di sisi makro, Phintraco menyoroti kesepakatan Indonesia dan China untuk memperluas proyek Two Countries Twin Parks (TCTP) hingga 2026.
Proyek yang kini berjalan di kawasan industri Batang itu akan diperluas ke beberapa lokasi baru, termasuk Pulau Bintan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, kedua negara menandatangani 16 nota kesepahaman (MoU) investasi dengan total nilai Rp 36,4 triliun.
Kerja sama mencakup sektor ekspor baja, nikel, industri pangan dan kelautan, energi surya, batu bara, hingga pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru.
Pemerintah juga memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6–5,7 persen pada kuartal IV-2025, sehingga pertumbuhan sepanjang tahun dapat mencapai 5,2 persen, menurut Menteri Keuangan.
Teknikal: Momentum Mengendur, Sinyal Konsolidasi Menguat