JAKARTA, – Bank Indonesia terus memperluas penggunaan QRIS Tap, sistem pembayaran nirsentuh berbasis NFC, di sektor transportasi dan ritel.
Sejak diluncurkan pada Maret 2025, QRIS Tap telah diimplementasikan di 14 provinsi dengan total transaksi mencapai Rp 13,8 miliar dari sekitar 252 ribu transaksi.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendrata, menyebutkan jumlah merchant yang menggunakan QRIS Tap kini telah mencapai 1,1 juta, mencakup pusat perbelanjaan, UMKM, serta moda transportasi di Jabodetabek.
Baca Juga: Pemerintah Rancang 1.001 Pasar Malam untuk Dongkrak Produk UMKM "QRIS Tap tumbuh pesat di berbagai daerah, khususnya sektor transportasi dan ritel. Kami optimistis tren ini akan terus meningkat," ujar Filianingsih, dikutip dari akun Instagram resmi @bank_indonesia.
Sebelumnya, QRIS Tap sudah digunakan di lima moda transportasi Jabodetabek, yakni Kereta Commuter Indonesia (KCI/KRL), LRT Jakarta, MRT Jakarta, TransJakarta, serta sistem tap in & out untuk tarif dinamis.
QRIS Tap menghadirkan kemudahan single tap untuk tarif tetap dan tap in & out untuk sistem tarif dinamis, sehingga transaksi menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain transportasi, QRIS Tap juga diperluas ke sektor ritel, baik di mal maupun UMKM.
Saat ini, sistem ini hanya mendukung perangkat Android, namun BI menargetkan dukungan untuk perangkat Apple dalam waktu dekat.
Implementasi QRIS Tap di seluruh Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperkuat standar pembayaran digital universal, memudahkan masyarakat, dan mendorong inklusi keuangan.*
(d/dh)