JAKARTA- Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), UBS Group AG, kembali menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang batubara itu.
Transaksi dilakukan pada 14 November 2025, dengan pembelian 2,92 miliar saham BUMI atau setara 0,78 persen, dengan nilai transaksi sekitar Rp 577,67 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah pembelian ini, kepemilikan UBS Group AG naik menjadi 30,09 miliar saham atau 8,1 persen dari sebelumnya 27,17 miliar saham (7,32 persen).
Baca Juga: Saham Emiten Rokok Menguat Usai Pemerintah Putuskan Cukai 2026 Tidak Naik UBS menyebut aksi korporasi ini dilakukan untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien (client derivative hedging activities).
Sebelumnya, UBS juga mencatatkan penambahan kepemilikan saham BUMI pada September 2025 sebanyak 421,36 juta lembar saham dengan harga Rp 119 per saham, total transaksi mencapai Rp 50 miliar.
"Transaksi ini dilakukan untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien dengan status kepemilikan langsung," demikian tertulis dalam laporan BEI.
Kinerja Keuangan BUMI Kuartal III 2025
BUMI mencatat kinerja keuangan yang beragam hingga kuartal ketiga 2025.
Perseroan membukukan pendapatan USD 1,03 miliar, naik 11,91 persen dari periode sama tahun sebelumnya.
Laba bruto tumbuh 72,3 persen menjadi USD 161,3 juta, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 76,06 persen menjadi USD 25,39 juta.
Beban pokok pendapatan bertambah menjadi USD 875,99 juta, sedangkan beban usaha meningkat 12,8 persen menjadi USD 76,93 juta.
Ekuitas tercatat USD 2,81 miliar, liabilitas USD 1,13 miliar, dan aset turun menjadi USD 3,94 miliar.