JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membukukan penjualan listrik sebesar 155,62 terawatt hour (TWh) sepanjang semester I 2025.
Capaian itu tumbuh 4,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus telah memenuhi 97,91 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kenaikan penjualan tersebut bukan semata-mata dipengaruhi pertumbuhan konsumsi listrik, tetapi juga hasil dari transformasi layanan yang dilakukan perseroan sejak dua tahun terakhir.
Baca Juga: Warga Tanjung Tiram–Talawi Geram: Pemadaman Listrik Hampir Setiap Hari, PLN Batu Bara Dinilai Tidak Profesional "Penjualan konsolidasi sampai Juni 2025 mencapai 155,62 TWh," ujar Darmawan, Jumat, 21 November.
Darmawan menuturkan kinerja penjualan ditopang oleh intensifikasi dan ekstensifikasi layanan.
Salah satu terobosan terbesar yakni konsolidasi layanan digital melalui super app PLN Mobile, yang kini menjadi pusat seluruh transaksi dan kanal pelaporan pelanggan.
Aplikasi tersebut terhubung langsung dengan Virtual Command Center (VCC) dan layanan Yantek Mobile, memungkinkan penanganan gangguan dilakukan lebih cepat dan terukur.
"Pelayanan yang sebelumnya terpecah dan lambat, kini jauh lebih responsif. Ini mendorong kepercayaan dan kepuasan pelanggan meningkat drastis," kata dia.
Selain digitalisasi, PLN juga menerapkan pendekatan baru dengan turun langsung ke pelanggan industri hingga rumah tangga.
Cara ini dinilai efektif memetakan kebutuhan energi dan membuka peluang peningkatan konsumsi.
"Pendekatan kami bergeser, dari yang semula technocratic menjadi technocratic compassionate. Kami mendatangi pelanggan satu per satu dan menawarkan apa yang bisa kami bantu," ujar Darmawan.
PLN percaya pendekatan berbasis layanan dan kebutuhan pelanggan akan memberi efek lanjutan pada pertumbuhan konsumsi listrik.