JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenalkan konsep ekonomi 'Sumitronomics' kepada para mahasiswa Universitas Airlangga, Senin (11/11/2025).
Dalam kuliah umum tersebut, Purbaya menjelaskan filosofi pembangunan ekonomi yang berfokus pada tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis.
"Ekonomi kita bisa tumbuh cepat jika tiga mesin utama berjalan seimbang kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor swasta yang berkembang," kata Purbaya, dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah Konsep ini merupakan pengembangan dari pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo, mantan Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, dan tokoh ekonomi legendaris Indonesia yang juga ayah Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, dengan strategi tepat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6-8%, bahkan di tengah ketidakpastian global.
Purbaya menekankan pentingnya permintaan domestik sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Dengan kontribusi mencapai 90% terhadap PDB, konsumsi dalam negeri menjadi faktor krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi, meski kondisi global mengalami gejolak.
"Jadi, walaupun kondisi global gonjang-ganjing, jika permintaan domestik dijaga, pertumbuhan dalam negeri masih bisa tetap kuat," ujarnya.
Sumitronomics juga menekankan keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan dorongan sektor swasta agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga merata, memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan paparan ini, Purbaya berharap mahasiswa dan generasi muda dapat memahami arah strategi ekonomi nasional, sekaligus terinspirasi untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.*
(d/um)