JAKARTA — Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan rumah susun subsidi di lima kota besar melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pembangunan ini ditujukan sebagai solusi hunian vertikal bagi masyarakat perkotaan yang kesulitan mendapatkan rumah tapak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan pentingnya menghadirkan rusun di kota karena harga tanah yang tinggi dan tingginya permintaan masyarakat yang ingin dekat dengan tempat kerja.
Baca Juga: Naas! Tiga Rumah Warga di Medan Denai Ludes Terbakar "Kalau bisa, groundbreaking dapat dilakukan awal tahun depan," ujarnya di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menambahkan bahwa pembangunan rusun subsidi akan dilakukan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, dan Manado.
Rusun ini nantinya akan dimiliki oleh pembeli dengan sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHM Sarusun).
Harga jual rusun subsidi bervariasi per kota, dengan luas maksimal 36 meter persegi.
Di Jakarta, harga unit rusun subsidi berkisar antara Rp 316 juta hingga Rp 345 juta, sedangkan di Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado, harga unit rusun berada di kisaran Rp 262 juta hingga Rp 284 juta.
Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi ini dapat segera terealisasi, memberikan akses hunian layak, serta mendukung program perumahan nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah.*
(d/dh)