BANDA ACEH - Pemadaman listrik yang kembali melanda Aceh dalam dua gelombang panjang dalam beberapa hari terakhir menuai sorotan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Ia menilai gangguan listrik berjam-jam dapat merusak iklim investasi yang sedang dibangun pemerintah daerah.
"Pastilah mengganggu investasi. Merusak barang elektronik di rumah, itu menjadi beban juga," ujar Muzakir Manaf atau Mualem, Selasa, 18 November 2025.
Baca Juga: Ribuan Peserta Antusias Ikuti PLN Bali Fun Run 2025, Polsek Dentim dan Pecalang Kawal Ketat Pastikan Keamanan Pemadaman terjadi serentak di sejumlah wilayah sejak Sabtu, 16 November 2025, sekitar pukul 17.02 WIB.
Di banyak daerah, listrik mati hingga 11 jam.
Di Banda Aceh, aliran listrik baru menyala kembali menjelang tengah malam sebelum kembali padam pada Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Situasi serupa terjadi di Aceh Besar.
Listrik hanya sempat menyala sebentar sekitar pukul 21.00 WIB sebelum kembali gelap dua jam kemudian hingga pagi hari.
PLN mencatat gangguan terjadi di lebih dari sepuluh kabupaten/kota, termasuk Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Selatan, hingga Aceh Barat Daya.
Perusahaan listrik itu mengerahkan 821 personel untuk memulihkan jaringan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Eddi Saputra, mengatakan seluruh sistem kelistrikan Aceh telah pulih sepenuhnya dan personel masih bersiaga untuk sektor-sektor vital seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, dan pusat layanan publik.
Meski PLN menyatakan pemulihan telah selesai, perusahaan itu belum mengumumkan penyebab pasti terjadinya pemadaman berjam-jam ini.