MEDAN - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (18/11/2025).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka di level Rp16.750 per dolar AS atau melemah 0,08% dibanding penutupan sebelumnya.
Sementara itu, indeks dolar AS mencatat pelemahan tipis 0,06% ke 99,53. Di kawasan Asia, pergerakan mata uang mayor bervariasi.
Baca Juga: IHSG Dibuka Hijau, Saham TPIA dan ASII Jadi Motor Penguatan Pasar Yen Jepang menguat 0,04%, dolar Hong Kong melemah 0,01%, dan dolar Singapura stagnan.
Dolar Taiwan turun 0,04%, won Korea Selatan melemah 0,46%, peso Filipina menguat 0,02%, yuan China melemah 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,40%, dan baht Thailand turun 0,04% terhadap dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.730-Rp16.770 per dolar AS pada hari ini.
"Investor semakin yakin bahwa Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan melonggarkan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat, mengingat inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat," ujarnya.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 mencapai 5,33%, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,4%.
Namun, BI optimistis realisasi pengeluaran fiskal lebih cepat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mendekati target APBN 2026.
Inflasi diperkirakan berada di level 2,62%, masih sesuai kisaran sasaran 2,5% plus minus 1 persen.
Di pasar global, dolar AS menguat terhadap euro dan yen menjelang rilis data ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintahan federal.
Data nonfarm payrolls AS bulan September yang akan dirilis pada Kamis mendatang menjadi sorotan utama para trader.