MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (18/11/2025).
Data Bursa Efek Indonesia pukul 09.04 WIB mencatat IHSG naik 0,10% ke level 8.425,31, dengan 210 saham menguat, 235 melemah, dan 511 stagnan.
Penguatan IHSG pagi ini didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang naik 2,11% ke Rp7.250 per lembar, dan PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,16% ke Rp6.525 per lembar.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.726 per Dolar AS, Tertekan Penguatan Dolar dan Sentimen Global Sejumlah saham perbankan juga ikut menguat, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) naik 1,14%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 0,76%, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 0,41%.
Saham LQ45 juga mencatat penguatan, dipimpin oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 3,86% dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 1,30%.
Emiten teknologi dan ritel seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) naik 1,24%, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 0,81%, dan PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 0,49%.
Di sisi lain, beberapa saham berkapitalisasi jumbo terkoreksi, termasuk PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) turun 3,39%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 0,91%, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 0,80%.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas memprediksi IHSG bakal bergerak positif dengan potensi penguatan hingga 0,28% dari posisi terakhir di 8.416.
Technical Analyst Reza Diofanda menyebut, pasar akan mencermati keputusan penurunan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 19 November 2025.
"Pasar kemungkinan menguat terbatas, dengan support 8.355 dan resistance 8.440," ujar Reza dalam riset harian BRI Danareksa.
Investor diingatkan bahwa berita ini bukan ajakan beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar.*