JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi, atau Eddo, melakukan kunjungan mendadak ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (17/11/2025).
Pertemuan ini membahas perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dan skema restrukturisasi utang perusahaan.
Meski sempat membantah tujuan pertemuan, Eddo mengonfirmasi bahwa seluruh proses restrukturisasi keuangan KCIC kini berada di bawah kewenangan PT Danantara, induk yang menangani pembiayaan infrastruktur transportasi.
Baca Juga: Demo Buruh Hari Ini di Silang Selatan Monas, 1.963 Polisi Tanpa Senjata Diturunkan "Pokoknya kalau untuk restrukturisasi kan kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apa pun mekanisme, skemanya, kita serahkan ke Danantara," ujarnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto enggan membeberkan detail pertemuan.
Ia hanya menekankan bahwa pembahasan bersifat teknis dan masih berlangsung.
"KCIC pertemuan teknis. Teknis, belum selesai pembahasannya," kata Airlangga singkat.
Hingga saat ini, arah restrukturisasi proyek kereta cepat tetap berada di Danantara, sementara pemerintah dan para pemangku kepentingan masih menuntaskan pembahasan teknis terkait utang Whoosh.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung menjadi salah satu prioritas infrastruktur nasional, sehingga pengelolaan keuangan dan utangnya menjadi perhatian publik.*
(o/dh)