JAKARTA- Arus modal asing kembali meninggalkan pasar keuangan Indonesia pada pekan kedua November 2025.
Bank Indonesia mencatat terjadinya capital outflow senilai Rp3,79 triliun dalam periode 10–13 November 2025, terutama dari pasar surat utang.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pergerakan dana asing menunjukkan pola kontras: pasar saham masih mencatat beli neto, namun arus keluar dari SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menekan total arus modal.
Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Diperkirakan Empat Kali Lipat pada 2030, Sistem Pembayaran Makin Besar "Dana asing yang masuk berasal dari pasar saham dengan beli neto Rp3,92 triliun. Sementara jual neto dari pasar SBN mencapai Rp6,33 triliun dan Rp1,39 triliun dari SRBI," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Minggu, 16 November.
Arus Modal Keluar Tahun Ini Melebar
Hingga 13 November 2025, investor nonresiden mencatat jual neto besar di tiga instrumen utama:
Pasar saham: Rp37,24 triliun
Pasar SBN: Rp6,45 triliun
SRBI: Rp140,40 triliun
Besarnya pelepasan SRBI menunjukkan investor global lebih berhati-hati menghadapi perubahan suku bunga global dan dinamika dolar AS.
Sentimen Pasar Global Mulai Mereda
Di tengah tekanan arus modal, premi CDS Indonesia 5 tahun justru menunjukkan perbaikan.