MEDAN- PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mempertegas ambisi menjadi pemain aluminium berstandar global melalui penguatan inovasi hijau.
Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Technology Innovation Seminar (TIS) 2025, yang pada tahun ini mengusung tema "Sharpening Competitiveness for a Sustainable and Green Smelter."
Direktur Operasi Inalum Ivan Emirsyam mengatakan TIS tidak sekadar arena adu gagasan, melainkan penanda arah baru perusahaan yang memprioritaskan efisiensi energi, modernisasi smelter, dan transformasi hijau industri logam dasar nasional.
Baca Juga: Kejati Sumut Geledah Kantor PT Inalum Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Aluminium ke PT PASU "Kita apresiasi seluruh insan Inalum yang telah menunjukkan semangat tinggi menghadirkan ide inovatif berdampak nyata bagi perusahaan," ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 November 2025.
Menurut Ivan, transformasi hijau bukan lagi pilihan, melainkan syarat untuk bertahan di tengah pasar global aluminium yang semakin kompetitif dan sensitif terhadap isu karbon.
Penyelenggaraan TIS tahun ini dibuat lebih inklusif dengan melibatkan pegawai dari seluruh anak perusahaan Inalum Group.
Dari 166 peserta dalam 73 tim, tersisa 10 tim semifinalis, sebelum akhirnya enam tim berhak mempresentasikan inovasi terbaik di hadapan dewan juri.
Setiap gagasan, kata Ivan, dihasilkan melalui riset jangka panjang yang berfokus pada:
-penghematan energi
-modernisasi lini produksi
-peningkatan keselamatan kerja
-dan efisiensi operasional berbasis teknologi rendah emisi