MEDAN – Upaya pemerintah Kota Medan mengendalikan inflasi selama Oktober 2025 menunjukkan hasil positif.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Asim Saputra, menyebutkan penurunan harga cabai merah menjadi salah satu indikator keberhasilan.
"Harga cabai merah yang sebelumnya memberikan andil inflasi 0,85 persen kini turun menjadi 0,16 persen," kata Asim, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: Beras, Jagung, Minyak Goreng Turun! Begini Tren Harga Pangan Nasional Hari Ini Menurutnya, pasokan cabai dari Pulau Jawa membantu masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, sehingga konsumsi tidak hanya bergantung pada cabai gunung lokal.
Meski inflasi bulanan (month-to-month) terkendali, Asim mengakui inflasi tahunan Sumut (year-on-year) masih berada di atas 4 persen, jauh dari target nasional sebesar 1,5–3 persen.
"Pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten. Dengan upaya ini, saat momen hari raya seperti Desember, masyarakat bisa menikmati harga lebih stabil," ujarnya.
BPS Sumut juga merinci sejumlah komoditas yang menjadi pendorong dan peredam inflasi pada Oktober 2025.
Pendorong inflasi mencakup beras, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging babi, daging ayam ras, sabun detergen bubuk, telur ayam ras, dan sabun cair/cuci piring.
Sementara itu, komoditas yang menahan inflasi bulanan termasuk bawang merah, cabai rawit, tomat, dan beras.
Secara historis, deflasi beras bulanan pada Oktober 2025 lebih dalam dibanding September 2025, menandakan tren perbaikan harga.
Secara nasional, 23 provinsi mengalami deflasi, dengan Sulawesi Tenggara mencatat deflasi terdalam 3,44 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah 1,09 persen.*