JAKARTA– PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, efektif mulai 1 November 2025.
Kenaikan harga tercatat khusus pada produk diesel perusahaan, Dex Series.
Penyesuaian harga BBM Umum ini merujuk pada implementasi Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Baca Juga: CASA Naik 13,3 Persen, BNI Perkuat Struktur Pendanaan dan Tekan Biaya Dana Mengutip laman resmi Pertamina, Sabtu (1/11), harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jakarta tetap stabil di Rp 12.200 per liter, sedangkan untuk Pertashop dijual Rp 12.100 per liter.
Begitu pula harga Pertamax Green (RON 95) tetap Rp 13.000 per liter dan Pertamax Turbo (RON 98) stabil di Rp 13.100 per liter. BBM subsidi Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan, tetap Rp 10.000 per liter.
Sementara itu, untuk produk diesel, terjadi kenaikan harga. Harga Pertamina Dex naik dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 14.200 per liter, sedangkan Dexlite meningkat dari Rp 13.700 menjadi Rp 13.900 per liter. Bio Solar tetap stabil di Rp 6.800 per liter.
Berikut rincian harga BBM Pertamina per 1 November 2025:- Pertamax: Rp 12.200 per liter- Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter- Pertamax Green: Rp 13.000 per liter- Dexlite: Rp 13.900 per liter- Pertamina Dex: Rp 14.200 per liter- Pertalite: Rp 10.000 per liter- Bio Solar: Rp 6.800 per liter
Penyesuaian ini menjadi acuan bagi konsumen dan pelaku usaha dalam mengatur kebutuhan BBM mereka, terutama bagi pengguna kendaraan diesel.*
(kp/M/006)