JAKARTA— Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/10).
Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di posisi Rp16.571 per dolar AS, naik 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Mata uang Asia kompak bergerak positif pagi ini. Peso Filipina naik 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,22 persen, dolar Singapura naik 0,19 persen, won Korea Selatan bertambah 0,19 persen, dan baht Thailand naik 0,25 persen.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Forum RPJMN dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju bervariasi. Euro Eropa menguat 0,17 persen, franc Swiss naik 0,28 persen, dolar Kanada menguat 0,09 persen, sementara dolar Australia justru melemah 0,26 persen.
Analis Doo Financial Futures menilai penguatan rupiah ditopang oleh melemahnya dolar AS setelah munculnya pernyataan dovish dari salah satu pejabat Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran.
"Stephen Miran menilai suku bunga perlu segera diturunkan lebih cepat karena dampak negatif dari sengketa dagang antara China dan Amerika Serikat," ujar analis tersebut kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/10).
Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp16.500 hingga Rp16.600 per dolar AS, seiring dengan kecenderungan pasar menunggu kejelasan arah kebijakan moneter The Fed dalam rapat mendatang.*
(vo/m006)