JAKARTA– Pemerintah tengah melakukan pembahasan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait penerapan insentif diskon tarif tol menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Namun, besaran diskon dan ruas tol yang akan diberlakukan masih dalam tahap perundingan.
"Lagi berunding dengan BUJT, nanti kita update lebih lanjut," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: Jelang Nataru, Pemerintah Beri Diskon Transportasi Publik: Tiket Pesawat, Kereta, dan Kapal Turun Hingga 30% Dody menambahkan, pihaknya belum dapat membeberkan rincian mengenai besaran diskon maupun ruas tol yang akan mendapatkan insentif.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sedang dilakukan untuk membahas rencana diskon ini.
Evaluasi lebih lanjut dengan BUJT juga masih akan dilakukan sebelum keputusan resmi diumumkan.
Rencana pemberian diskon tol ini sejalan dengan program pemerintah untuk menjaga daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat sepanjang semester II 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa berbagai stimulus akan diberikan, termasuk pada sektor transportasi dan pariwisata.
"Program-program stimulus akan menyentuh berbagai sektor, seperti sektor pariwisata melalui event nasional dan bundling paket wisata pada libur Nataru 2025-2026. Serta diskon sektor transportasi untuk kereta api, kapal laut, dan tarif tol," ujar Airlangga di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).
Pemerintah berharap langkah ini dapat mendorong mobilitas masyarakat dan mendukung perekonomian selama periode libur panjang Nataru, sambil tetap menjaga efisiensi operasional jalan tol di seluruh Indonesia.*
(cb/mt)